Mungkin terdengar gila kalau aku
benar-benar ingin menjadi penulis, aku tidak terlalu mempunyai imajinasi yang
tinggi dan gilanya lagi aku lebih berminat untuk menjadi penulis sebuah novel
fantasi bukannya novel yang berbau teenleet. Entah mengapa, tapi semenjak aku
baca-baca buku fantasi aku langsungjatuh cinta, entah karena ceritanya atau
karena sifat-sifat dari tokoh-tokoh yang ada di buku itu. Novel fantasi
pertamaku adalah novel yang aku pinjam dari temanku, ayu dinda. Aku lupa apa
judulnya, tapi seingatku novel itu bercerita tentang vampire. Aku sangat
tertarik dengan jalan ceritanya sampai-sampai aku merangkum isinya untuk tugas
bahasa Indonesia pada kelas 8 lalu.
Buku itu bercerita tentang Darren
Shan seorang manusia setengah vampire, lalu ia bergabung disebuah pertunjukan
sirkus yang bernama
“Cirque Du Freak”. Pada suatu hari Darren diajak oleh Mr.
Crepsley (seorang vampir) untuk pergi ke sebuah kota besar. Darren tidak
sendirian, ia mengajak Evra (Siluman Ular) untuk pergi bersama Mr. Crepsley dan
dirinya, dan petualanganpun dimulai. Berkat buku ini aku dapat nilai B+.
Aku tertarik untuk membaca novel,
walaupun awalnya aku tidak terlalu suka membaca tapi, berkat novel aku jadi
suka membaca. Bacaan keduaku adalah teenleet, ceritanya lumayan tapi aku tidak
terlalu suka karena penggunaan kata ‘gue’ dan seluruh ‘bahasa gaul’ lainnya.
Sampai pada suatu hari aku tertarik
untuk membaca novel yang berjudul ‘Narnia’ karangan C.S Lewis. Aku langsung
jatuh cinta dan ketagihan. Awalnya aku membaca buku pertama yang katanya bakal
difilmkan tahun 2014, yaitu ‘Magician Nephew’ yang bercerita tentang pertama
kalinya Narnia dibuat. Setelah selesai membaca buku pertama aku membaca
lanjutannya yang berjudul ‘Lion, Witch and Wardrobe’ Yang bercerita tentang 4
bersaudara yang masuk ke dalam lemari ajaib dan tiba-tiba saja masuk ke Narnia,
mereka harus melawan Jadis, penyihir putih yang jahat. Buku selanjutnya
berjudul ‘Prince Caspian’, buku ini sudah di film-kan, aku lebih suka menonton
film ini dibanding film Narnia yang lain, karena selain jalan ceritanya yang
seru, juga karena Edmund-nya yang tingkat kegantengannya bertambah. Buku yang ke-4 judulnya ‘The voyage Of The
Dawn Treader’ aku belum sempat membaca buku ini karena aku sudah nonton
film-nya berkali-kali. ‘Horse and
his boy’ adalah buku selanjutnya yang bercerita tentang Aravis dan entah siapa nama laki-lakinya aku lupa. Buku selanjutnya berjudul ‘Kursi Perak’, aku lupa jalan ceritanya, buku ini adalah buku Narnia yang terlama untuk aku baca. Buku
terakhir adalah ‘Last Battle’ aku belum baca buku itu karena ternyata katanya
bukunya hilang (aku meminjamnya dari teman). Ini bercerita tentang akhir Narnia
yang dimana ketujuh sahabat Narnia mati dan Susan sudah tidak percaya lagi
tentang Narnia. Akhirnya mereka semua dibawa ke Negeri Aslan yang bayanganku
adalah surga.
Ada beberapa yang ingin aku bicarakan
tentang novel ini, jadi di novel ini sudut pandangnya adalah sudut padang orang
ketiga, seperti ada seseorang yang menceritakan cerita ke kita. Kadang ada
beberapa paragraf yang sebenarnya tidak diperlukan, aku tidak suka pada bagian
dimana sang pencerita menceritakan tentang sesuatu yang menggambarkan suasana,
aku tau ini perlu tapi kadang ia membuat kalimat itu seakan kalimat yang sulit
dimengerti sehingga kamu harus membacanya berkali-kali. Buku ini terdiri dari
17-18 bab seingatku dan halamannya hanya 300-400 kurang halaman.
Pada sampai suatu hari aku mendengar
temanku membeli novel ‘The Hunger Games’ aku sangat penasaran karena dulu waktu
jaman-jamannya film ini pertama kali tayang, film ini langsung jadi trending
topic worldwide. Aku meminjam bukunya dari teman. Buku pertama berjudul ‘The
Hunger Games’ yang bercerita tentang betapa serunya acara Hunger Games ke -74
yang agak berbeda karena ada peraturan yang diubah, yaitu : apabila ada
sepasang peserta yang selamat dari Hunger Games ini dan dari distrik yang sama,
maka, pemenangnya ada dua, tidak seperti sebelumnya yang harus menyisakan satu
pemenang. Ceritanya tentang seorang remaja bernama Katniss yang berasal dari
Distrik 12 yang suka berburu bersama
temannya Gale. Sampai pada suatu hari pemungutan untuk menjadi peserta Hunger
Games datang. Peserta Hunger Games
terdiri satu perempuan dan satu laki-laki dari 12 distrik dan berumur 12-18
tahun. Awalnya yang menjadi peserta perempuan dari Distrik 12 adalah Primrose
Everdeen adik dari Katniss Everdeen. Katniss tidak mau adiknya menjadi peserta
Hunger Games karena ia tidak mau adiknya terbunuh di permainan itu, karena
tujuan Hunger Games adalah : membunuh atau terbunuh. Katniss menggantikan
adiknya, ia menjadi suka relawan untuk menggantikan adiknya itu. Peserta
laki-lakinya bernama Peeta Mellark. Sebelum mereka bertarung di arena Hunger
Games mereka harus latihan untuk bertahan hidup, seperti berkamuflase,
menggunakan senjata dan memilih mana makanan yang boleh dimakan atau tidak.
Setelah 3 hari dilatih akhirnya 24 peserta bertarung di arena. Pertarungannya
cukup seru. Jika ada bunyi dentuman meriam itu tandanya ada satu peserta yang
tewas. Sampai akhirnya Katniss dan Peeta adalah pemenangnya.
Hal yang aku suka dari buku ini
adalah bagaimana jalan ceritanya yang tidak membingungkan dan serunya
pertarungan di arena, bagaimana cara Katniss bertahan hidup. Sudut pandangnya
adalah sudut pandang orang pertama pelaku utama. Tapi hal yang aku tidak suka
adalah bagaimana si penulis menceritakan panjang lebar tentang suatu gerakan.
Sebenarnya masih ada beberapa buku lagi, tapi belum sempat membacanya.
Berkat Narnia dan Hunger Games lah
aku ingin jadi penulis. C.S Lewis dan Suzanne Collins-lah yang menginspirasikan
aku sehingga aku ingin jadi penulis, tapi yah apadaya imajinasiku tidaklah
tinggi, penguasaan kosa kataku juga bisa dibilang sedikit, kadang kalau sudah
sampai ditengah cerita aku malas untuk melanjutkannya, apalagi aku ingin jadi
penulis sebuah buku fantasi jadi aku harus mempunyai nama suatu daerah yang
harus aku karang sendiri, hal-hal yang mengandalkan imajinasi seperti : Burung
Mockingjay yang ada di buku Hunger Games dan Binatang yang bisa bicara di
Narnia. Ada banyak ide untuk membuat satu buku fantasi yang ujung-ujungnya
entah dapat dilanjutkan atau tidak, tapi aku yakin suatu hari nanti aku akan
menulis buku fantasi dan akan di-film-kan… Ya, suatu hari nanti….
No comments:
Post a Comment